Saturday, June 25, 2011

Salak/Salacca edulis

Posted by agrobisnisindonesia |

Tanaman salak merupakan salah satu tanaman buah yang disukai dan mempunyai prospek baik untuk diusahakan. Daerah asal nya tidak jelas, tetapi diduga dari Thailand, Malaysia dan Indonesia. Ada pula yang mengatakan bahwa tanaman salak (Salacca edulis) berasal dari Pulau Jawa. Pada masa penjajahan biji-biji salak dibawa oleh para saudagar hingga menyebar ke seluruh Indonesia, bahkan sampai ke Filipina, Malaysia, Brunei dan Muangthai.


Salak-Salacca edulis
JENIS TANAMAN
Di dunia ini dikenal salak liar, seperti Salacca dransfieldiana JP Mo-gea; S. magnifera JP Mogea; S. minuta; S. multiflora dan S. romosiana. Selain salak liar itu, masih dikenal salak liar lainnya seperti Salacca rumphili Wallich ex. Blume yang juga disebut S. wallichiana, C. Martus yang disebut rakum / kumbar (populer di Thailand) sebagai pembuat masam segar pada masakan. Kumbar ini tidak berduri, bunganya berumah 2 (dioeciious). Salak termasuk famili: Palmae (palem-paleman), monokotil, daun-daunnya panjang dengan urat utama kuat seperti pada kelapa yang disebut lidi. Seluruh bagian daunnya berduri tajam Batangnya pendek, lama-kelamaan meninggi sampai 3 m atau lebih, akhirnya roboh tidak mampu membawa beban mahkota daun terlalu berat (tidak sebanding dengan batangnya yang kecil). Banyak varietas salak yang bisa tumbuh di Indonesi. Ada yang masih muda sudah terasa manis, Varietas unggul yang telah dilepas oleh pemerintah untuk dikembangkan ialah: salak pondoh, swaru, nglumut, enrekang, gula batu (Bali), dan lain-lain. Sebenarnya jenis salak yang ada di Indonesia ada 3 perbedaan yang menyolok, yakni: salak Jawa Salacca zalacca (Gaertner) Voss yang berbiji 2-3 butir, salak Bali Slacca amboinensis (Becc) Mogea yang berbiji 1- 2 butir, dan salak Padang Sidempuan Salacca sumatrana (Becc) yang berdaging merah. Jenis salak itu mempunyai nilai komersial yang tinggi.
MANFAAT TANAMAN
Buah salak hanya dimakan segar atau dibuat manisan dan asinan. Pada saat ini manisan salak dibuat beserta kulitnya, tanpa dikupas. Batangnya tidak dapat digunakan untuk bahan bangunan atau kayu bakar. Buah matang disajikan sebagai buah meja. Buah segar yang diperdagangkan biasanya masih dalam tandan atau telah dilepas (petilan). Buah salak yang dipetik pada bulan ke 4 atau ke 5 biasanya untuk dibuat manisan.*
Salak adalah sejenis palma dengan buah yang biasa dimakan. Ia dikenal juga sebagai sala (Min., Mak., Bug.,  dan Thai). Dalam bahasa Inggris disebut salak atau snake fruit, sementara nama ilmiahnya adalah Salacca zalacca. Buah ini disebut snake fruit karena kulitnya mirip dengan sisik.**
Daun majemuk menyirip, panjang 3-7 m; tangkai daun, pelepah dan anak daun berduri panjang, tipis dan banyak, warna duri kelabu sampai kehitaman. Anak daun berbentuk lanset dengan ujung meruncing, berukuran sampai 8 x 85 cm, sisi bawah keputihan oleh lapisan lilin.
Kebanyakan salak berumah dua (dioesis), karangan bunga terletak dalam tongkol majemuk yang muncul di ketiak daun, bertangkai, mula-mula tertutup oleh seludang, yang belakangan mengering dan mengurai menjadi serupa serabut.
Tongkol bunga jantan 50-100 cm panjangnya, terdiri atas 4-12 bulir silindris yang masing-masing panjangnya antara 7-15 cm, dengan banyak bunga kemerahan terletak di ketiak sisik-sisik yang tersusun rapat. Tongkol bunga betina 20-30 cm, bertangkai panjang, terdiri atas 1-3 bulir yang panjangnya mencapai 10 cm.
Buah salak tipe buah batu berbentuk segitiga agak bulat atau bulat telur terbalik, runcing di pangkalnya dan membulat di ujungnya, panjang 2,5-10 cm, terbungkus oleh sisik-sisik berwarna kuning coklat sampai coklat merah mengkilap yang tersusun seperti genting, dengan banyak duri kecil yang mudah putus di ujung masing-masing sisik.
Dinding buah tengah (sarkotesta) tebal berdaging, kuning krem sampai keputihan; berasa manis, masam, atau sepat. Biji 1-3 butir, coklat hingga kehitaman, keras, 2-3 cm panjangnya.
Salak terutama ditanam untuk dimanfaatkan buahnya, yang populer sebagai buah meja. Selain dimakan segar, buah ini juga biasa dibuat manisan, asinan, dikalengkan, atau dikemas sebagai keripik. Buah yang muda digunakan untuk bahan rujak. Umbutnya pun dapat dimakan.
Helai-helai anak daun dan kulit tangkai daunnya dapat digunakan sebagai bahan anyaman, meski tentunya sesudah duri-durinya dihilangkan lebih dahulu. Karena duri-durinya hampir tak tertembus, rumpun salak kerap ditanam sebagai pagar.
Demikian pula, potongan-potongan tangkai daunnya yang telah mengering pun kerap digunakan untuk mempersenjatai pagar, atau untuk melindungi pohon yang tengah berbuah dari pencuri.***
Salacca Edulis mengandung nutrisi yang cukup tinggi seperti kalsium, flavonoida, saponin, dan tanin. Selain dijadikan sebagai obat, salak juga sering dijadikan beragam cemilan. Untuk lebih jelasnya, yuk kita simak satu per satu.
Obat Mata
Salah satu manfaat buah salak adalah sebagai obat mata. Berdasarkan penelitian oleh para ahli kesehatan, buah salak mengandung betakaroten yang bagus untuk mata. Bagi Anda yang ingin menjaga kesehatan mata tetapi bosan jika harus mengkonsumsi jus wortel terus menerus, sekarang Anda punya alternatif lain, yaitu mengganti jus wortel dengan jus salak. Selamat mencoba!

Obat Diare
Ketika Anda terserang diare, jangan buru-buru mengkonsumsi obat-obatan buatan pabrik. Tidak ada salahnya untuk mencoba obat yang alami terlebih dahulu. Dengan mengkonsumsi sebanyak lebih kurang dua puluh gram daging buah salak segar yang masih muda dapat mengurangi penyakit diare. Selain alami, buah ini juga bisa dijumpai hampir di merata tempat.

Cemilan Sehat
Salak sering dijadikan sebagai buah yang biasa dihidangkan di meja. Rasanya  ada yang manis, asam, sepat, atau campuran ketiganya. Selain rasanya yang enak dan segar ketika dimakan, buah ini juga memiliki kandungan gizi yang bermanfaat untuk kesehatan.
Salak dapat dimakan langsung begitu saja. Selain itu, buah salak juga sering diolah menjadi berbagai macam bentuk makanan.
  • Keripik Salak. Dibuat dengan menggunakan alat penggorengan khusus. Daging buah salak diiris tipis-tipis dan kemudian dimasukkan ke dalam freezer selama lebih kurang satu hingga dua jam sebelum digoreng dengan alat khusus. Keripik salak enak untuk dijadikan sebagai cemilan ketika Anda sedang bersantai.
  • Manisan Salak. Manisan salak memiliki cita rasa yang khas ketika dimakan. Untuk membuat manisan salak tidaklah begitu sulit. Bahan yang dibutuhkan hanya gula pasir, air matang, sedikit garam, dan buah salak sendiri tentunya. Cara membuatnya juga mudah, cukup dengan mencampurkan semua bahan yang telah disiapkan ke dalam sebuah wadah. Kemudian diamkan selama lebih kurang satu minggu. Manisan salak siap untuk disajikan.
  • Asinan Salak. Untuk membuat asinan salak, siapkan bahan-bahan seperti air, kapur sirih, cabe merah yang dihaluskan, setengah sendok makan garam, gula pasir, dan satu sendok cuka makan. Cara membuatnya, pertama kupas salak dan belah menjadi dua, kemudian keluarkan bijinya. Setelah itu rendam dalam larutan air dan garam. Biarkan selama satu jam, cuci dan tiriskan. Lalu rendam sekali lagi salak ke dalam larutan air dan kapur sirih lebih kurang satu jam, cuci dan tiriskan. Setelah itu masukkan lagi salak ke dalam larutan air ditambah dengan cuka dan garam yang telah direbus dan didinginkan sebelumnya. Diamkan selama satu hingga dua malam. Asinan salak siap untuk dinikmati.***1

sumber berita:http://buahbuahku.wordpress.com/2011/03/05/salaksalacca-edulis/

0 comments:

Post a Comment